Heboh! Penampakan Wajah Balita Menggemaskan di Langit Blora

Penampakan Wajah BalitaBlora sempat heboh dengan penampakan awan berbentuk lafaz Allah. Penampakan awan yang membentuk Lafaz Allah itu muncul di pertengahan bulan Ramadan 1441 Hijriyah. Dan kini, fenomena unik kembali muncul di langit kota ujung timur Jawa Tengah ini.

Kejadian itu disaksikan langsung dan didokumentasikan oleh Eko Arifianto (43), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Kota Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (9/5/2020) tengah malam.

"Eko menjabarkan bahwa awalnya ia melihat dan memotret bulan. Tapi ia terkejut ternyata didekat bulan yang bersinar terang itu, tampak sesosok wajah anak-anak tepatnya wajah balita."

Dia menduga penampakan wajah balita menggemaskan itu adalah sebuah fenomena meteorologi yang sebenarnya dikenal sebagai awan gulung, awan lengkung, awan vertikal maupun horisontal akibat adanya kondensasi, perubahan wujud air dari uap air menjadi titik air.

Eko melihat penampakan tersebut saat cuaca malam relatif cerah. Namun sebelumnya langit Blora sempat mendung dengan awan hitam beberapa kali menghalangi sinar rembulan.

"Mengagetkan menurut saya, ada penampakan awan seperti kepala bocah kok persis muncul di atas bulan yang bersinar terang, lengkap dengan dahi, mata, hidung, mulut, dadu serta pipinya yang gembul,” ucap ayah dua anak itu.


Wajah Balita Gembul, Pertanda Baik atau Buruk?

“Ya, setelah mengabadikan fenomena misterius tersebut dalam foto, untuk berbagi infomasi dan pengetahuan, semalam saya mempostingnya ke media sosial dan grup WhatsApp,” kata pemerhati sejarah Blora itu.

Di sisi lain, dia sendiri pun mengaku baru pertama kali melihat pemandangan adanya penampakan tersebut dengan dengan mata kepalanya sendiri secara jelas.

"Biasanya hanya seperti ombak atau sisik ikan," ucap Eko.

Munculnya awan mirip kepala dan wajah balita itu dinilai bisa jadi pertanda baik dan sebaliknya bisa pula jadi pertanda buruk. Di mana saat ini dunia, termasuk Indonesia tengah dilanda wabah virus Corona Covid-19.

"Ya tinggal kita manusianya mau melihat dan mengartikannya seperti apa. Bisa jadi melalui fenomena yang terjadi semalam adalah petunjuk Tuhan, di mana di tengah situasi zaman sekarang ini, kita diharapkan bisa belajar dan meniru dari kejujuran, ketulusan dan kepolosan seorang bayi," diamenerangkan.

Menurutnya, fenomena tersebut adalah bentuk introspeksi untuk menjadikan hal yang baik.

Namun apabila melihatnya peristiwa itu dianggap adalah omong kosong dan manusia terus saja berbuat kerusakan alam, kemudian terus meluapkan nafsu angkara tanpa memperhatikan fenomena alam yang tampak, bisa jadi sosok wajah bayi polos itu akan berubah menjadi sosok raksasa yang menakutkan.

"Namanya saja awan, dia bisa bergerak dan berubah bentuk tergantung situasi dan kondisi yang ada,” kata Eko.

Sumber artikel: Liputan6.com

0 Komentar