Gerhana Bulan Penumbra dan Strawberry Full Moon

Gerhana
Sumber gambar: harianhaluan.com
Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana Bulan Penumbra adalah gerhana yang terjadi saat posisi bulan-matahari-bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat bulan hanya masuk ke kerucut penumbra. Pada kondisi ini, bumi hanya menghalangi sebagian cahaya matahari untuk mencapai permukaan bulan. Jadi, saat gerhana terjadi, bulan purnama akan terlihat lebih redup.

Oleh karena itu, menurut astronom Planetarium Jakarta, Ronny Syamara, perlu menggunakan alat bantu untuk melihat perubahan yang terjadi saat gerhana, secara lebih jelas.

Baca juga: Inilah Fenomena Alam di Bulan Juni, Salah Satunya Gerhana Matahari Cincin

"Gerhana bulan penumbra berbeda dengan gerhana bulan total. Gerhana bulan penumbra berarti bulan hanya melewati daerah bayangan penumbra bumi. Bayangan penumbra itu samar," kata Ronny, sebagaimana dilansir Antara News.

Dia menjelaskan, Gerhana Bulan Total melewati bayangan umbra bumi (inti) yang merupakan bagian sangat gelap. Kata Ronny, saat gerhana bulan total, manusia bisa melihat fase bulan yang sebelumnya purnama atau penuh dan ketika masuk dalam bayangan umbra Bumi, mulai menjadi gelap.


Sementara Gerhana Bulan Penumbra akan berada di bagian penumbra yang bayangannya lebih terang. Hal ini menyebabkan gerhana bulan penumbra tidak akan terlalu terlihat perbedaannya dengan bulan biasa jika dilihat secara kasat mata. Sebab, cahaya bulan masih akan tampak meski lebih samar dari biasanya.

Baca juga: Heboh! Penampakan Wajah Balita Menggemaskan di Langit Blora

"Gerhana bulan penumbra itu tidak akan terlihat dengan kasat mata. Kalau dengan detektor bisa terlihat, atau menggunakan kamera yang dibantu lensa tele. Lalu kita bandingkan dengan purnama sebelum gerhana penumbra maka bisa terlihat perbedaannya," ujar dia.

Gerhana Bulan Penumbra dan Strawberry Full Moon tepatnya tanggal 06 Juni 2020 sudah berlangsung. Seluruh proses gerhana dapat dilihat di Asia, sebagian besar Australia bagian Barat, sebagian besar Afrika bagian Timur, dan Samudera Hindia.

Durasi Gerhana Bulan Penumbra dari mulai hingga berakhir adalah 3 jam 18 menit 17 detik.

Wilayah Indonesia bagian Barat gerhana mulai pada pukul 00.45 WIB.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 02.25 WIB dan berakhir pada 04.04 WIB.

Untuk wilayah Indonesia bagian tengah, gerhana mulai pada pukul 01.45 WITA.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 03.25 WIB dan berakhir pada 05.04 WIB.

Sementara wilayah Indonesia Timur, gerhana mulai pada pukul 02.45 WIT.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 04.25 WIT dan berakhir pada 06.04 WIT.


Sementara itu puncak fenomena strawberry full moon terjadi pukul 02.12 WIB pada jarak 369.005 kilometer dari pusat Bumi. Purnama ini dapat disaksikan dari arah Barat Daya.

Purnama ini dinamai strawberry full moon karena pada bulan Juni, buah stroberi telah masak dan siap untuk dipetik. Nama lain dari purnama di bulan ini adalah Hot Moon (Bulan Panas) karena pada bulan Juni di belahan Utara Bumi tepatnya di Garis Balik Utara (23,5 derajat Lintang Utara).

Sumber asli:
Tribunnews.com
Tirto.id
BMKG

0 Komentar